Jurnal.akbidnusindo.ac.id – Gubernur Bali, Wayan Koster, kembali menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap produk lokal tradisional. Dalam kunjungan terbarunya, orang nomor satu di Pulau Dewata ini meminta pihak pengelola bandara dan pemilik gerai untuk memperbanyak pajangan Arak Bali di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Langkah ini bertujuan agar minuman fermentasi khas Bali tersebut menjadi oleh-oleh utama bagi wisatawan mancanegara maupun domestik yang hendak meninggalkan Bali.
Gubernur Koster menegaskan bahwa Arak Bali kini telah naik kelas. Melalui regulasi yang tepat, minuman tradisional ini bukan lagi sekadar minuman rakyat di pelosok desa, melainkan produk ekonomi kreatif yang memiliki standar kualitas internasional. Kehadiran Arak Bali di gerai-gerai mewah bandara akan memberikan kesan mendalam bagi turis bahwa Bali memiliki warisan budaya yang sangat kaya, setara dengan Sake dari Jepang atau Soju dari Korea.
Gubernur Koster Mengangkat Martabat Produk Lokal ke Level Global
Instruksi Gubernur Koster ini bukan tanpa alasan. Sejak terbitnya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020, ekosistem industri Arak Bali mengalami perkembangan yang luar biasa. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap wisatawan yang berkunjung ke Bali dapat dengan mudah menemukan produk ini sebagai identitas budaya.
“Kita harus bangga dengan produk sendiri. Saya minta pihak angkasa pura dan toko retail di sini memberikan ruang lebih luas untuk Arak Bali,” ujar Koster saat meninjau area keberangkatan internasional. Ia ingin setiap turis yang melewati duty free melihat kemasan Arak Bali yang elegan dan memutuskan untuk membawanya pulang ke negara asal mereka.
Dampak Positif bagi Petani dan Perajin Lokal
Kebijakan memperbanyak gerai Arak Bali di bandara membawa dampak domino yang sangat positif bagi sektor hulu. Ketika permintaan di bandara meningkat, para perajin arak di desa-desa seperti Karangasem, Buleleng, dan Tabanan akan merasakan manfaat ekonomi secara langsung.
-
Peningkatan Pendapatan Petani: Permintaan bahan baku seperti nira kelapa dan aren akan melonjak drastis.
-
Legalitas dan Keamanan: Melalui proses distribusi resmi di bandara, kualitas produk terjamin karena telah melalui uji BPOM.
-
Pelestarian Tradisi: Generasi muda di desa-desa kembali menekuni profesi menyuling arak karena melihat prospek ekonomi yang menjanjikan.
Tabel Keunggulan Arak Bali Sebagai Produk Ekspor
| Karakteristik | Penjelasan | Keuntungan bagi Wisatawan |
| Bahan Alami | Terbuat dari nira kelapa, aren, atau menthal | Produk organik dan minim bahan kimia |
| Kemasan Premium | Desain botol artistik dan eksklusif | Sangat layak sebagai hadiah atau koleksi |
| Ragam Rasa | Tersedia varian original hingga infusi buah | Memberikan pilihan aroma yang menyegarkan |
| Regulasi Jelas | Memiliki izin edar resmi dan pajak (Cukai) | Aman untuk dibawa melewati pabean internasional |
Gubernur Koster Sinergi Antara Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Gubernur Koster memandang bahwa pariwisata Bali tidak boleh hanya menjual pemandangan alam dan pura. Bali harus mampu menjual gaya hidup dan produk budaya yang bisa dikonsumsi. Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuknya jutaan manusia merupakan etalase paling strategis di dunia.
Koster meminta para pengelola toko ritel di bandara agar tidak hanya memajang merek minuman beralkohol dari luar negeri. Ia mendesak penempatan Arak Bali di posisi depan atau rak paling strategis. Dengan penataan yang menarik, Arak Bali akan bersaing secara sehat dengan produk dunia lainnya. Hal ini sekaligus menunjukkan kemandirian ekonomi masyarakat Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Inovasi Kemasan: Menjawab Tantangan Pasar Modern
Salah satu hal yang Gubernur Koster tekankan adalah pentingnya branding dan kemasan. Ia mengapresiasi para pengusaha lokal yang kini mengemas Arak Bali dengan botol-botol kaca yang indah dan label yang informatif. Kemasan yang modern memudahkan produk ini masuk ke pasar kelas atas, termasuk restoran mewah dan hotel bintang lima di seluruh dunia.
Beberapa produsen bahkan menyertakan sejarah singkat pembuatan arak pada label botol mereka. Cerita di balik proses penyulingan tradisional inilah yang menjadi nilai tambah bagi wisatawan. Mereka tidak hanya membeli minuman, tetapi juga membeli sepotong cerita tentang kearifan lokal masyarakat Bali.
Langkah Gubernur Koster Strategis Menuju Pasar Internasional
Selain memperbanyak stok di bandara, Pemerintah Provinsi Bali terus mempromosikan Arak Bali melalui berbagai festival dan acara diplomatik. Gubernur Koster seringkali memberikan Arak Bali sebagai cinderamata bagi tamu-tamu kenegaraan dan duta besar.
-
Promosi di Lounge Bandara: Menyediakan sesi mencicipi (tasting) bagi tamu VIP di ruang tunggu.
-
Kerja Sama dengan Maskapai: Menjajaki kemungkinan Arak Bali tersedia di menu minuman dalam penerbangan internasional.
-
Digital Marketing: Mendorong pemasaran melalui platform daring yang terafiliasi dengan pariwisata Bali.
Arak Bali Sebagai Ikon Baru Pariwisata
Permintaan Gubernur Koster untuk memperbanyak Arak Bali di Bandara Ngurah Rai adalah langkah visioner untuk memperkuat jati diri ekonomi Bali. Kebijakan ini mengubah stigma negatif arak di masa lalu menjadi kebanggaan baru bagi seluruh masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, pengelola bandara, dan masyarakat, Arak Bali siap bersaing di kancah global.
Kita semua berharap Arak Bali akan sejajar dengan minuman kelas dunia lainnya. Mari kita dukung penuh produk asli lokal ini agar kesejahteraan petani kita terus meningkat. Saat Anda berada di Bandara Ngurah Rai nanti, jangan lupa melirik gerai Arak Bali dan bawalah satu botol sebagai simbol dukungan terhadap kreativitas anak bangsa.